Gebyar Pelayanan KB Gratis dalam Rangka Hari Kontrasepsi Dunia
TANGERANG, karyanarasi.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar Gebyar Pelayanan KB Gratis dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia. Kegiatan pelayanan KB tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan pelaksanaan saat ini berlangsung di UPT Puskesmas Cipondoh, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang melalui DP3AP2KB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga sekaligus memperluas akses pelayanan kontrasepsi bagi pasangan usia subur (PUS). Pelayanan diberikan dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Tangerang, dr. Dyah Utami, yang mewakili Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sophian, SE., M.Si., mengatakan Gebyar Pelayanan KB tersebut menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan masyarakat agar lebih aktif mengikuti program KB.

“Target pelayanan yang kami siapkan sekitar 9.000 akseptor. Ada beberapa metode yang tersedia, di antaranya IUD dan implan. Kegiatan ini kami lakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti program KB,” ujar dr. Dyah Utami.
Ia menjelaskan, pelayanan KB di fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas diberikan secara gratis sesuai dengan ketentuan program pelayanan yang berlaku. Dalam kegiatan Gebyar Pelayanan KB ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kontrasepsi, di antaranya pemasangan IUD atau spiral, implan, suntik KB, PIIKB, serta kondom, sesuai dengan ketersediaan dan ketentuan pelayanan.
Menurut dr. Dyah Utami, pelaksanaan pelayanan KB secara bersama-sama juga diharapkan dapat mendorong masyarakat yang masih memiliki rasa takut atau ragu untuk mengikuti program KB.
“Intinya pelayanan ini untuk menggerakkan masyarakat dalam ber-KB. Masih ada masyarakat yang takut atau ragu. Dengan adanya pelayanan secara bersama dan didukung informasi yang cukup, kami berharap mereka menjadi lebih berani dan mantap menentukan pilihan,” katanya.

Sebelum pelaksanaan pelayanan, DP3AP2KB Kota Tangerang melakukan sosialisasi dan penjaringan calon akseptor di tingkat kelurahan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan informasi mengenai program KB sekaligus menjaring pasangan usia subur yang memiliki keinginan mengikuti program KB tetapi masih membutuhkan informasi dan pendampingan.
Khusus di Kecamatan Cipondoh, sosialisasi dan penjaringan masyarakat mencakup 10 kelurahan, yaitu Kelurahan Cipondoh, Cipondoh Indah, Cipondoh Makmur, Gondrong, Kenanga, Ketapang, Petir, Poris Plawad, Poris Plawad Indah, dan Poris Plawad Utara.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat program KB serta berbagai pilihan metode kontrasepsi yang tersedia. Calon akseptor juga dapat memperoleh informasi dan konsultasi sehingga lebih memahami metode yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pelaksanaan Gebyar Pelayanan KB juga telah menjangkau sejumlah wilayah di Kota Tangerang, meliputi Batuceper, Benda, Cibodas, Ciledug, Cipondoh, Jatiuwung, Karang Tengah, Karawaci, Larangan, Neglasari, Periuk, Pinang, dan Tangerang.

Sementara itu, UPT Puskesmas Cipondoh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Gebyar Pelayanan KB pada Jumat, 18 September 2026. Masyarakat dapat memperoleh pelayanan kontrasepsi sekaligus mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan mengenai pilihan metode KB.
DP3AP2KB Kota Tangerang menekankan bahwa pemilihan metode kontrasepsi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasangan. Oleh karena itu, edukasi dan konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi bagian penting sebelum peserta menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan.
Melalui Gebyar Pelayanan KB Gratis dalam rangka Hari Kontrasepsi Dunia, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong peningkatan akses dan partisipasi masyarakat dalam program KB. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas.(advetorial)

