Benyamin Minta Warga Tangsel Waspada Influenza A, Dinkes Perkuat Deteksi Dini
TANGSEL, karyanarasi.com – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Influenza A. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan juga memperkuat pemantauan dan deteksi dini untuk mengantisipasi peningkatan kasus di masyarakat.
Benyamin mengatakan, masyarakat tidak perlu panik dengan adanya temuan kasus tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah masyarakat tetap waspada, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.
“Yang penting masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kita terus melakukan pemantauan melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” ujar Benyamin, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memastikan pemantauan terhadap perkembangan kasus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penularan.
“Kita terus melakukan surveilans dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan. Jadi, kalau ada perkembangan kasus, bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” kata Benyamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular dengan relatif cepat.
“Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” ujar Allin.
Berdasarkan laporan Sentinel ILI Puskesmas Serpong 1 melalui aplikasi New Alla Record (NAR), delapan kasus Influenza A terkonfirmasi tersebut ditemukan dalam rentang Agustus hingga September 2026.
Rinciannya, satu kasus tercatat pada 19 Agustus, tiga kasus pada 1 September, dua kasus pada 14 September, dan dua kasus lainnya pada 15 September 2026. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.
Seluruh pasien yang terkonfirmasi positif mengalami gejala yang sesuai dengan indikator ILI, yakni demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Di sisi lain, Dinkes Tangsel juga mencatat 256 kasus ILI berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada minggu ke-36.
Allin menegaskan, angka 256 tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai 256 kasus Influenza A. ILI merupakan kondisi dengan gejala menyerupai influenza yang dapat disebabkan oleh berbagai virus, termasuk Influenza tipe A, B, maupun C.
Oleh karena itu, Dinkes Tangsel terus melakukan surveilans untuk memantau perkembangan kasus sekaligus mendeteksi secara dini kemungkinan peningkatan penularan di masyarakat.
“Pemantauan akan terus dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Kami juga memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan lintas sektor untuk melihat perkembangan kasus secara lebih dini,” kata Allin.
Allin juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi kesehatan yang belum terverifikasi.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Kenali gejalanya, lakukan pencegahan, dan segera periksa apabila kondisi kesehatan membutuhkan penanganan,” tuturnya. (Ratih)

