TANGERANG RAYA

“3G – Gampang Kerja Inklusif”, Sachrudin: Semua Punya Kesempatan

TANGERANG, karyanarasi.com – Bagi para Pencari Kerja (Pencaker), satu informasi lowongan bisa menjadi pintu menuju kehidupan lebih baik. Ada harapan untuk memperoleh penghasilan, membantu keluarga, menata masa depan dan mewujudkan keluarga lebih sejahtera, anak tetap bersekolah, kebutuhan gizi terpenuhi, serta memutus rantai kemiskinan.

Harapan itulah, yang terus diperjuangkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Program 3G – Gampang Kerja. Salah satunya dengan Job Fair yang digelar rutin setiap bulan, membuka akses agar pencari kerja lebih mudah bertemu dengan dunia usaha dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja.

“Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata. Karena itu, kami terus membuka akses melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan. Kita ingin kesempatan kerja semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Tangerang H. Sachrudin.

Sachrudin menambahkan, Job Fair yang digelar rutin setiap bulan menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat. Bahkan, ia berseloroh, mungkin hanya Kota Tangerang yang menggelar Job Fair secara rutin setiap bulan.

Konsistensi tersebut turut tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang yang menurun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan TPT Banten sebesar 6,63 persen. Sementara itu, melalui Job Fair periode 2026 telah menyerap sebanyak 864 warga Kota Tangerang dari 4219 pelamar. Angka tersebut menunjukkan bahwa ketika akses kerja dipermudah, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin terbuka.

Gampang Kerja tak hanya membuka lowongan, tetapi juga membuka kesempatan bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.

Kesempatan itu nyata bagi Dwiki Alpian, yang kini bekerja di salah satu gerai ritel di Kota Tangerang setelah mendapat kesempatan melalui Job Fair Kota Tangerang.

Saat bertemu Dwiki, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin berpesan agar tidak pernah minder dan terus mengembangkan kemampuan.

“Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba,” pesan Sachrudin, usai bertemu Pekerja dengan Berkebutuhan Khusus-Dwiki Alpian, di salah satu gerai ritel yang ada di Kawasan Kisamaun, Pasar Lama-Kota Tangerang, Rabu (30/09/2026).

Sachrudin menegaskan, kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan, bukan keterbatasan. Ketika memenuhi kebutuhan pekerjaan, kesempatan harus dibuka.

Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri,” ucapnya.

Bagi Dwiki, kesempatan itu kini telah menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri,” ujar Dwiki Alpian.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia. Sepanjang 2025, 57 pencari kerja penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan untuk membuka jalan menuju dunia kerja.

Pemkot Tangerang juga terus menghadirkan berbagai kemudahan agar pencari kerja tidak hanya mengetahui informasi lowongan, tetapi juga dapat mengikuti proses rekrutmen dengan lebih cepat dan praktis. Tak hanya melalui Job Fair secara langsung, akses tersebut juga dibuka secara online melalui fitur Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Prosesnya pun sederhana, pencari kerja cukup memindai QR code tanpa harus membawa CV secara langsung

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan pencari kerja maupun dunia usaha.

“Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujarnya.

Tak berhenti di layanan digital, kemudahan tersebut juga akan dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat melalui Pojok Lowongan Kerja (Joker) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Ditargetkan diresmikan pada akhir Oktober 2026, layanan ini akan dibuka setiap Jumat sebagai tempat masyarakat mendapatkan informasi lowongan sekaligus mengakses peluang kerja secara langsung, sekaligus menjadi bagian dari semangat “Jumat Berkah” melalui pembukaan akses kerja secara rutin.

Kami, Pemkot Tangerang menyadari, kesempatan kerja tidak cukup hanya diciptakan, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan kompetensi. Karena itu, Gampang Kerja mendorong masyarakat tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membangun usaha secara mandiri.

Oleh sebab itu, Gampang Kerja juga hadir melalui On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA (Mobil Pelatihan Praktik Kerja), dan Balai Latihan Kerja (BLK). Berbagai pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk keterampilan digital dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan di pasar kerja global.

Untuk mendukung dan sejalan dengan program pemerintah pusat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) yaitu Asta Mandala melalui SMK Go Global, Pemkot Tangerang juga turut menghadirkan program BKK SMK di Kota Tangerang dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja dengan kompetensi yang sesuai, termasuk pelatihan bahasa, teknologi informasi dan keterampilan kerja sebagai bekal menuju peluang penempatan kerja ke luar negeri.

Oleh karena itu, Gampang Kerja hadir dari hulu hingga hilir. Bukan hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi membangun kesiapan sejak awal, mulai dari informasi lowongan, proses rekrutmen, pendampingan, hingga peningkatan kompetensi.

Melalui Dinas Ketenagakerjaan, Pemkot Tangerang terus memastikan masyarakat memiliki akses sekaligus bekal untuk memasuki dunia kerja. Sebab, membuka kesempatan saja tidak cukup, masyarakat juga harus dipersiapkan agar mampu mengambil dan mempertahankan kesempatan tersebut.

Pada akhirnya, Gampang Kerja bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membuka jalan menuju kemandirian. Dari akses yang dipermudah, kompetensi yang diperkuat, hingga peluang kerja yang diperluas, yang semuanya bermuara pada satu tujuan yaitu terwujudnya masyarakat yang semakin berdaya saing dan sejahtera. (Ratih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *