Warga Bukit Nusa Indah Ciputat Tangsel Bangun Ratusan Biopori, Sampah Organik Diolah dari Rumah
TANGSEL, Karyanarasi.com – Kesadaran warga Perumahan Bukit Nusa Indah Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam menjaga lingkungan terus tumbuh. Puluhan lubang biopori dibuat secara swadaya oleh warga sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga dari hulu.
Aksi tersebut dilakukan di RT 05 dan RT 06 RW 13 Perumahan Bukit Nusa Indah. Biopori dimanfaatkan sebagai media penampungan dan penguraian sampah organik yang dihasilkan setiap hari oleh warga, seperti sisa makanan dan dedaunan.
Ketua RT setempat, Pramono Subekti, mengatakan pembuatan lubang biopori sebenarnya telah direncanakan sejak lama dan baru bisa direalisasikan saat ini berkat kesepakatan dan semangat gotong royong warga.
“Kita selaku warga ikut berkontribusi dalam menangani sampah ini, jadi jangan dibebankan ke Pemerintah Tangsel saja, tapi kita harus bergerak. Dalam hal ini meminimalisir sampah-sampah yang ada, salah satunya dengan membuat biopori,” ujar Pramono, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, warga menargetkan pembuatan hingga 300 lubang biopori di lingkungan tersebut. Setiap rumah direncanakan memiliki tiga lubang biopori dengan kedalaman sekitar satu meter. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dan dibiayai melalui swadaya masyarakat.
Selain biopori, warga juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk pengelolaan sampah non-organik dengan membentuk bank sampah di lingkungan perumahan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Sehingga kalau bisa sampah itu cukup diatasi oleh warga, tidak hanya ditanggung sendiri oleh pemerintah. Mudah-mudahan Pemkot Tangsel segera mencari solusi terbaik untuk tangani masalah sampah,” ungkap Pram.
Salah satu warga lain, Zulkifli, menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masyarakat sebagai penghasil sampah juga harus berperan aktif agar tidak terjadi penumpukan.
“Untuk warga Tangsel, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah tentang penumpukan sampah, tapi kita bisa lakukan secara pribadi rumah ke rumah membuat biopori untuk mengolah sampah organik di rumah,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh warga Tangerang Selatan untuk berinisiatif melakukan pengelolaan sampah dari rumah. Dengan langkah sederhana namun konsisten, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
(ratih)

