Klarifikasi SPPG Kendayakan: Menu MBG Dipastikan Sesuai Standar dan Tidak Bermasalah
SERANG, Karyanarasi.com– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kendayakan Kragilan, Daffa Muhammad, S.Sos., memberikan klarifikasi kepada sejumlah media terkait pemberitaan salah satu media online tertanggal 4 Februari 2026 berjudul “Menu MBG di SPPG Alif Bata Sambung Ilmu Kendayakan Diduga Bermasalah”. Klarifikasi tersebut disampaikan di lokasi dapur MBG Kendayakan, Jl. Graha Cisait No.05, Kampung Kendayakan, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Senin (09/02/2026).
Daffa menegaskan bahwa narasi dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak terbukti. Ia menyebut informasi yang dimuat lebih bersifat sepihak dan cenderung provokatif dari oknum yang sebelumnya bermasalah dengan pengurus Yayasan Alif Bata Sambung Ilmu dan telah dikeluarkan dari struktur kepengurusan.
“Sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), saya mengemban tugas dari pemerintah untuk memimpin dan mengawasi operasional dapur MBG, memastikan penyediaan makanan bergizi tepat waktu dan sesuai standar. Mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku berkualitas, pengawasan produksi, penerapan standar gizi dan keamanan pangan (HACCP), hingga distribusi kepada penerima manfaat. Tugas ini kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Daffa.

SPPG MBG Kendayakan saat ini melayani sekitar 3.000 siswa tingkat SD, SMP, hingga MAN di wilayah tersebut. Daffa menjelaskan, tudingan menu bermasalah bermula dari laporan seorang orang tua siswa berinisial N, yang juga telah dikeluarkan dari kepengurusan yayasan. Orang tua tersebut melaporkan bahwa anaknya, siswa SDN 03 Kragilan, mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu MBG.
“Dari hasil penelusuran di sekolah, dari total 777 siswa, hanya satu anak yang mengalami keluhan sakit perut. Artinya, tidak ada kejadian serupa secara massal. Jika memang ada masalah pada menu MBG, tentu tidak hanya satu anak yang terdampak. Bisa jadi hal tersebut disebabkan faktor lain,” jelasnya.
Ia juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak melakukan proses verifikasi secara menyeluruh sebelum dipublikasikan. Menurutnya, memang ada pihak yang menghubungi melalui WhatsApp untuk meminta keterangan, namun informasi yang dimuat tidak mencerminkan klarifikasi secara utuh.

Selain itu, Daffa memastikan bahwa foto ompreng (wadah makanan) yang ditampilkan dalam berita tersebut bukan milik Dapur MBG Kendayakan. Ia menjelaskan, setiap ompreng resmi dari dapur MBG Kendayakan memiliki penanda khusus berupa cetakan huruf timbul permanen bertuliskan “Program Makan Bergizi Gratis – Alif Bata Nyambung Ilmu”.
“Kami memastikan seluruh proses produksi dan distribusi berjalan sesuai standar dan prosedur. Kami juga terbuka terhadap pengawasan dan evaluasi demi keberlanjutan program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak,” pungkasnya.
(A,Oman)

