Jasa Jembatan Bambu Bukan Milik Lippo Carita, Dibuat oleh DR dan Teman-Temannya
CARITA, Karyanarasi.com – Penangkapan seorang pria berinisial DR (30) oleh tim gabungan Resmob Polda Banten dan Satreskrim Polres Pandeglang pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, di kawasan Pantai Carita, menyita perhatian publik. DR diamankan atas dugaan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap wisatawan yang melintasi jembatan bambu di Kampung Silaban RT 02 RW 05, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Sabtu, (05/04/25).
Namun, Kepala Desa Sukajadi, Sandi, menegaskan bahwa DR bukanlah warga Desa Sukajadi, melainkan warga desa tetangga yang mencari penghasilan tambahan saat musim libur.
“Yang melakukan pungli itu bukan warga kami, tapi orang luar desa yang mencari nafkah di wilayah Sukajadi,” ujar Sandi kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa jembatan bambu tersebut dibangun secara swadaya oleh DR dan sejumlah rekannya. Jembatan itu difungsikan sebagai jalur alternatif agar wisatawan tidak perlu menyeberang aliran sungai dengan berjalan di air.
“Beberapa tahun lalu, kami pernah memanggil mereka bersama pihak Polsek Carita untuk pembinaan. Kami minta agar mereka tidak memaksa, bersikap sopan, dan memasang papan informasi soal tarif agar tidak menimbulkan salah paham,” jelasnya.
Sandi menegaskan bahwa jembatan itu bukan fasilitas resmi milik pemerintah desa ataupun bagian dari pengelolaan wisata Lippo Carita.
“Itu bukan milik Lippo atau pemerintah. Mereka membangun dan memanfaatkan sendiri, jadi sebenarnya masuk kategori jasa. Wisatawan punya pilihan, bisa lewat jembatan dengan membayar atau menyeberang lewat air,” katanya.
Terkait penangkapan DR, sejumlah warga sekitar menilai tindakan aparat terkesan mendadak tanpa proses pembinaan terlebih dahulu.
“Memang gayanya agak maksa, tapi kan itu bukan fasilitas resmi. Harusnya diberi peringatan dulu, bukan langsung ditangkap,” ujar salah seorang warga.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa pungutan dilakukan setelah pengunjung menyeberang, bukan sebelumnya, sehingga menimbulkan dugaan pungli.
Kasus ini membuka ruang diskusi mengenai perlunya pengaturan lebih jelas atas jasa wisata nonformal di kawasan pantai. Pemerintah desa dan pengelola wisata Lippo Carita diharapkan bisa lebih aktif memberikan edukasi, memasang papan informasi resmi, atau bahkan membangun jembatan permanen untuk kenyamanan pengunjung.
Meski demikian, situasi di Pantai Carita tetap aman dan kondusif. Masyarakat diimbau tidak khawatir dan tetap berwisata ke Pantai Carita, salah satu destinasi favorit yang indah dan tertata di wilayah Banten.
(Ratih)