TANGSEL

Hampir Satu Dekade Bergerak, Bank Sampah RW 10 Cipayung Tangsel Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

TANGSEL, Karyanarasi.com – Kesadaran warga RW 10 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan dalam mengelola sampah tumbuh konsisten sejak hampir satu dekade terakhir.

Melalui Bank Sampah Yes Nerada, warga membuktikan bahwa pengelolaan sampah dari hulu bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi nyata.

Ketua RW 10 Cipayung, Mulyadi Widodo mengatakan, Bank Sampah Yes Nerada di wilayahnya mulai dirintis sejak 2016 melalui pendekatan bertahap dan berkelanjutan.

Sosialisasi dilakukan dari lingkup terkecil, memanfaatkan forum rutin warga seperti kegiatan coffee morning atau kumpul santai sambil minum kopi untuk diskusi informal di tiap RT.

“Jadi kami dorong untuk warga bisa memilah sampahnya dari rumah. Setiap dua minggu sekali, kami buka lapaknya di sini, warga menyetorkan (sampah yang sudah terpilah). Sekarang sekitar 60 persen warga sudah ikut jadi member bank sampah,” ujar Mulyadi saat kegiatan pengumpulan bank sampah, Rabu (07/01/2025).

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada teknis, melainkan membangun kesadaran dan konsistensi. Namun seiring waktu, partisipasi warga meningkat signifikan. Volume sampah yang dulu hanya satu bak kecil per bulan, kini melonjak menjadi dua hingga tiga bak besar setiap dua minggu.

“Yang menarik, sekarang bukan hanya ibu-ibu. Bapak-bapak juga terlibat aktif. Ini menandakan perubahan budaya. Mudah-mudahan dalam waktu-waktu ke depan bisa 100 persen (warga aktif jadi member bank sampah) karena ini cukup signifikan mengurangi volume sampah yang dibuang dari wilayah kami,” jelasnya.

Salah satu kunci keberhasilan Bank Sampah Yes Nerada adalah inovasi sistem setoran. Sampah dari warga sudah diberi nama per rumah, sehingga proses penimbangan dan pencatatan berlangsung cepat tanpa antre panjang.

Tak hanya itu, konsep timbal balik menjadi strategi utama. Nilai ekonomi dari sampah tidak hanya disimpan sebagai tabungan uang, tetapi juga dikonversi menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan lembaga pendamping yaitu Pegadaian.

“Kalau hanya memilah dan mengumpulkan, warga kurang tertarik. Tapi ketika sampah bisa jadi tabungan, bahkan emas, antusiasme tumbuh,” ujar Mulyadi.

Direktur Bank Sampah Yes Nerada, Drg. Meta Yogandiri, menjelaskan bahwa bank sampah di RW 10 berdiri sejak 16 Desember 2016 dan kini telah memasuki usia sembilan tahun.

Dari awalnya hanya melibatkan satu RT, kini berkembang mencakup seluruh RW dengan sekitar 150 nasabah aktif dari total 347 kepala keluarga.

“Visi kami jelas, menuju lingkungan zero waste. Edukasi dilakukan terus-menerus, konsisten, dari arisan RT hingga kolaborasi lintas wilayah,” kata Meta.

Ia menjelaskan, Bank Sampah Yes Nerada kini memasuki fase ekonomi sirkular. Di sini penerapan sistem pengelolaan sampah 3R yakni Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang) juga telah diterapkan dengan baik.

Berbagai produk hasil pengolahan sampah dikembangkan, mulai dari kompos, maggot, sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, hingga tas daur ulang. Seluruh hasilnya dikelola sebagai kas swadaya untuk operasional dan kegiatan warga.

Dalam setahun, Bank Sampah Yes Nerada mampu mereduksi sampah hingga 16 ton lebih, atau sekitar satu ton per bulan. Capaian ini mengantarkan mereka meraih berbagai penghargaan, mulai dari Bank Sampah Terbaik tingkat Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, hingga masuk 10 besar Bank Sampah Terbaik Nasional pada 2023.

“Kalau satu RW punya satu bank sampah, sebetulnya persoalan sampah bisa selesai dari hulunya, jadi tidak sampai ke hilir dan menumpuk di TPA. Ingat, sampah menumpuk di TPA itu bukan karena volume sampahnya yang naik, tapi pola pikir dan gaya hidup yang berubah,” ujarnya.

Meta menegaskan Bank Sampah Yes Nerada terbuka sebagai pusat belajar bagi warga, sekolah, kampus, hingga instansi dari berbagai daerah. Edukasi menjadi kunci agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai kewajiban, melainkan budaya.

“Pesan kami sederhana, sampah bukan musuh. Sampah adalah investasi. Pilah sampah dari rumah, karena sampahmu adalah tanggung jawabmu- our trash, our responsibility,” tuturnya.

Bank Sampah Yes Nerada juga membuka diri bagi siapa saja yang ingin belajar ataupun berkolaborasi untuk mengelola sampah  dengan sistem 3R, termasuk menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi baru.

 

(Ratih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *