Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak
TANGERANG, Karyanarasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, sejak Kamis (22/1) kemarin.
Diketahui, saat ini sederet wilayah di Kota Tangerang tengah terdampak banjir dengan ketinggian air yang variatif. Tak terkecuali, sederet akses jalan yang menghambat aktivitas atau mobilitas masyarakat. Seperti, wilayah Periuk, Ciledug, Cipondoh, Karawaci hingga Cibodas dan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang Wahyudi mengatakan, hingga saat ini, setidaknya 37 sekolah di Kota Tangerang telah melaporkan menerapkan PJJ. Yakni, karena aktivitas belajar mengajar secara tatap muka belum memungkinkan dilakukan.
“Banjir yang menggenangi sejumlah kawasan menyebabkan fasilitas sekolah terdampak dan akses menuju sekolah terhambat. Data ini masih akan terus bergerak atas kondisi di lapangan,” tutur Wahyudi, Jumat (23/1/26).
Pemkot Tangerang mengambil langkah ini sebagai bentuk antisipasi dan upaya menjaga keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta seluruh warga sekolah.
“Kebijakan PJJ diberlakukan sementara dan akan terus diterapkan hingga kondisi dan situasi dinyatakan kembali kondusif,” katanya.
“Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak banjir dan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan secara daring,” sambung Wahyudi.
Sebagai informasi, beberapa sekolah yang telah menerapkan PJJ diantaranya SMPN 24, SMPN 12, SMPN 27, SMPN 11, SMP Mandiri Jatiuwung, SMP PGRI, SDN Kunciran 9, SDN Pinang 5, SDN Pabuaran 2, SDN Cikoneng 7, SDN Larangan 11 dan lainnya.(Ratih)

