HUT PP Polri Ke-27, Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo: Pensiun Bukan Akhir Pengabdian
JAKARTA SELATAN, karyanarasi.com – Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Metro Jaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PP Polri Ke-XXVII dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur, Cipete, Jakarta Selatan.
Mengusung tema “Purna Bhakti Bukan Akhir Pengabdian – Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri Dalam Mendukung Tugas Polri yang Presisi”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran para purnawirawan Polri dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga nilai-nilai Bhayangkara.
Ketua PP Polri Daerah Metro Jaya, Irjen Pol (Purn.) Drs. Mudji Waluyo, SH., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seorang anggota Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Pensiun hanyalah akhir dari masa dinas formal. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh berakhir, tetapi jiwa Bhayangkara akan tetap melekat sepanjang hayat. Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara. Sekali berjuang, terus berjuang,” tegas Mudji Waluyo.
Menurutnya, meskipun peringatan HUT kali ini diselenggarakan secara sederhana, nilai dan makna perjuangan yang telah dibangun selama 27 tahun perjalanan organisasi tetap terasa kuat.
Ia menekankan bahwa kekuatan PP Polri tidak terletak pada kemewahan acara, melainkan pada persaudaraan, soliditas, kepedulian sosial, dan kebersamaan seluruh anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mudji Waluyo juga menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi masyarakat, khususnya kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil akibat dinamika global maupun nasional. Menurutnya, situasi tersebut turut dirasakan oleh para purnawirawan Polri.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh anggota agar bijak dalam mengelola keuangan serta menghindari praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
“Jangan sampai terjebak rentenir dan pinjaman online ilegal. Kita harus mengelola keuangan secara bijaksana, memanfaatkan pengalaman, jaringan, keterampilan, dan potensi usaha yang dimiliki untuk menopang kehidupan keluarga secara terhormat,” ujarnya.
Selain persoalan ekonomi, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi perhatian dalam sambutan tersebut. Mudji Waluyo mengingatkan pentingnya sikap kritis dan bijaksana dalam menerima maupun menyebarkan informasi di era digital.
“Sebagai mantan anggota Polri yang dididik berdasarkan fakta dan objektivitas, kita harus menjadi contoh masyarakat yang cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya, jangan mudah membagikan informasi, dan jangan mudah terprovokasi sebelum melakukan verifikasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota PP Polri untuk terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan saling membantu ketika ada anggota yang menghadapi kesulitan.
Menurutnya, yang paling berharga dalam kehidupan bukanlah pangkat maupun jabatan, melainkan persaudaraan dan kebersamaan yang terus terjalin.
“Negara masih membutuhkan pengalaman dan keteladanan kita. Masyarakat masih membutuhkan kebijaksanaan kita. Keluarga membutuhkan kasih sayang dan bimbingan kita. Dan PP Polri tetap membutuhkan partisipasi seluruh anggotanya,” ungkapnya.
Peringatan HUT PP Polri Ke-XXVII berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat pengabdian. Acara tersebut menjadi refleksi bahwa semangat Bhayangkara tidak pernah berakhir meskipun masa dinas telah usai.
Dengan memasuki usia ke-27 tahun, PP Polri diharapkan semakin solid, semakin sejahtera, semakin bermartabat, dan terus menjadi wadah pemersatu para purnawirawan Polri dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dirgahayu PP Polri Ke-XXVII.
“Sekali Bhayangkara, Tetap Bhayangkara. Sekali Berjuang, Terus Berjuang. PP Polri Solid, Presisi, dan Bermartabat.”
(Ratih)

