BANTEN

Pemprov Banten Gelar High Level Meeting Penguatan Program ETPD 2026

BANTEN, Karyanarasi.com – Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menggelar High Level Meeting (HLM) Penguatan Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Tahun 2026 di Ruang Rapat PKB Bapenda, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat Bapenda Provinsi Banten Nomor B-900.1.13.1/159/Bapenda/2026 sebagai tindak lanjut surat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten terkait penyampaian Indeks ETPD Semester II Tahun 2025 serta rekomendasi penguatan untuk pelaporan Championship TP2DD 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah instansi vertikal, di antaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk. Selain itu turut hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Banten, seperti Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Bapenda, Kepala BPKAD, serta Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten.

High Level Meeting tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Dr. Hj. Rina Dewiyanti, SE, M.Si yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Banten. Dalam arahannya, Rina menekankan pentingnya edukasi dan literasi digital bagi masyarakat sebagai bagian dari percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, masyarakat Banten harus terus didorong agar memiliki pemahaman dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat mengikuti perkembangan sistem pembayaran berbasis teknologi. Upaya digitalisasi ini juga sejalan dengan arah transformasi layanan publik berbasis elektronik yang tengah dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa memaparkan hasil evaluasi dan usulan fokus penguatan program TP2DD Provinsi Banten. Ia menyampaikan bahwa transaksi pembayaran digital di Banten terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi uang elektronik di Banten tumbuh 19,11 persen secara tahunan. Sementara penggunaan QRIS meningkat sangat pesat hingga 96,99 persen dan transaksi melalui BI-FAST juga mengalami kenaikan sebesar 33,12 persen. Hal ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

Hingga Januari 2026, nilai transaksi QRIS di Banten tercatat mencapai Rp9,6 triliun dengan volume transaksi sebesar 130,5 juta transaksi. Jumlah pengguna QRIS mencapai 3,28 juta orang dengan total merchant sebanyak 2,64 juta, dimana 95,91 persen di antaranya berasal dari pelaku UMKM, terutama di wilayah Tangerang Raya.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Provinsi Banten pada Semester II tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan semester sebelumnya. Secara umum status ETPD Provinsi Banten berada pada kategori “Digital”, meskipun masih diperlukan optimalisasi pada pemanfaatan kanal non-tunai untuk penerimaan daerah.

Kepala Bapenda Provinsi Banten, Rd. Berly Rizki Natakusumah, SH., M.Si menegaskan bahwa penguatan program ETPD tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antar perangkat daerah, termasuk dukungan dari Dinas Kominfo, Bank Banten, serta OPD lainnya untuk meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat terhadap penggunaan sistem pembayaran digital.

Sementara itu, Kepala BPKAD Provinsi Banten, Dr. Mahdani, SE, ST, M.Si, MM menambahkan bahwa penerapan sistem digital dalam pelayanan publik memang menuntut kesiapan masyarakat dan pemerintah. Ia mencontohkan penerapan sistem perizinan berbasis risiko melalui OSS yang dilakukan secara terpusat tanpa negosiasi, sehingga tantangan utama ke depan adalah memastikan masyarakat dan pelaku usaha mampu beradaptasi dengan sistem digital tersebut.(Ratih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *