Diskum Kabupaten Tangerang Bidik Penguatan Ekonomi Warga, Genjot UMKM di 2026
TANGERANG, Karyanarasi.com — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) terus memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan pada 2026.
Langkah tersebut dilakukan seiring terus bertambahnya jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna, menyebutkan bahwa pertumbuhan UMKM menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinkop, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 61.011 pelaku UMKM. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada 2025. Terhitung sejak Januari hingga awal Desember 2025, jumlah pelaku UMKM mencapai 78.584.
“Data ini kami peroleh dari Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah kami fasilitasi. Setiap pelaku UMKM kami bantu mulai dari legalitas usaha, NIB, KHI, hingga sertifikasi halal,” kata Anna Ratna, Rabu (7/1).
Anna menjelaskan, penguatan UMKM menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian masyarakat. Terlebih, saat ini banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat faktor usia maupun terbatasnya lapangan kerja.
Meski demikian, ia mengaku belum menetapkan target jumlah UMKM pada 2026. Fokus utama Dinkop adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat yang benar-benar serius membangun usaha.
“Intinya kami akan terus membantu masyarakat yang ingin dan serius mengembangkan UMKM di Kabupaten Tangerang, khususnya bagi mereka yang berdomisili dan memiliki identitas Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Anna menambahkan, untuk menjadi UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang prosesnya sangat mudah. Calon pelaku UMKM cukup mendaftar di kantor kecamatan sesuai domisili atau langsung datang ke kantor Dinkop, yang nantinya akan dibantu oleh petugas.
Setelah resmi menjadi UMKM binaan, para pelaku usaha akan mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari pengemasan produk hingga pemasaran. Selain itu, Dinkop juga memfasilitasi promosi produk melalui pameran, gerai UMKM, serta memperkenalkan produk kepada buyer yang telah bermitra.
“Bahkan, beberapa produk UMKM binaan sudah dipajang di sejumlah minimarket seperti Alfamart, Indomaret, dan Bimart. Ada juga yang sudah masuk ke hotel, seperti Hotel Vega dan Fame,” ungkapnya.
Tak hanya itu, bagi pelaku UMKM yang terkendala permodalan, Pemkab Tangerang juga menyiapkan solusi melalui pinjaman modal usaha. Bantuan tersebut disalurkan melalui UPT Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB).
“Kami punya UPT UPDB untuk dana bergulir yang menyasar UMKM se-Kabupaten Tangerang. Kalau kekurangan modal, silakan datang. Bunganya sangat ringan, hanya 4 persen per tahun. Ini bentuk kepedulian Pemkab agar UMKM bisa terus tumbuh dan berkembang,” jelas Anna.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM asal Tigaraksa, Deni Supriatna, berharap suku bunga pinjaman permodalan tersebut dapat diturunkan lagi agar semakin meringankan pelaku usaha.
“Kalau bisa bunganya diturunkan lagi, misalnya jadi 3 persen per tahun, supaya pelaku UMKM lebih ringan dalam mengangsur,” harapnya.(ADV)

